Cana Kuning Jingga

Cana kuning jingga.
Bunga yang mengingatkanku pada seorang ibu paruh baya di salah satu lembaga pemasyarakatan tempat saya menjadi relawan. Kala itu dia menghampiriku dan memintaku untuk mengajarinya membuat kerajinan bunga. Sempat terbesit pertanyaan kenapa dia memilih bunga. Dia lalu bercerita tentang sebab kenapa dia ada di tempat itu.

“Saya sangat suka bunga karna warnanya yang beragam bisa membuat damai hati saya. Sore itu baru saja pulang dari mengantar cucian (pekerjaannya buruh cuci) saya melihat ada bunga yang jatuh ke jalan di depan sebuah rumah yang megah. Bunganya masih menempel dengan tanah tapi potnya yang pecah membuatnya jatuh ke jalan dan sedikit berserakan. Pikirku mungkin lebih baik saya membawanya ke rumah lalu memperbaikinya dan membawanya kembali ke rumah itu. Baru saja saya memunguti serpihan potnya, tiba2 seorang perempuan muda turun dari mobil yang akan masuk ke rumah itu. Dia lalu menuduhku PENCURI BUNGA, saya berusaha mengelak tapi dia tetap bersikeras pada tuduhannya lalu saya pun dibawa ke kantor polisi. Saya tidak bisa berbuat apapun, sebagai orang miskin kita hanya bisa pasrah pada nasib yang kala itu tidak ada seorang pun membelaku. Tapi sekarang saya bahagia ada di penjara ini dan bisa bertemu denganmu, temani saya merekahkan bunga yah nak”

Saya lalu menamainya ibu cana, mungkin dia hanya sebagian dari kasus ketidak adilan hukum.

Ibu cana, terima kasih telah mengajarkanku bagaimana mencintai warna lewat bunga-bunga.

Makassar, 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s