Ketika UNFOLLOW menjadi bukti ke-tidaksetia-an dalam berteman.

PicsArt_03-08-07.16.22.jpg

 

Banyaknya flatform media sosial saat ini memang sangat sukses membuat tali silaturrahmi pertemanan menjadi langgeng. Alih-alih bertemu, berteman di media sosial sudah jadi ukuran bahwa pertemanan itu awet. Bisa saling membalas komentar, saling men-tag menjadi aturan baru dunia pertemanan yang langgeng. Bahkan sesekali memposting foto teman di story menegaskan bahwa si dia (yang diposting) adalah teman sejati.

Misalkan saja ketika seorang teman berulang tahun, toh tak perlu ribet untuk beli kue lalu memberi suprise dengan menemuinya dan memintanya meniup lilin sambil make a wish. Cukup dengan memasang fotonya di story ditambah stiker ala ulang tahun yang banyak tersedia di media sosial sambil menuliskan “HBD my sister/brother, teman terbaik sepanjang masa”. Lah kalo dia yang terbaik, mereka yang kemarin di posting gimana yah, toh ada kata “terbaik” juga. Mungkin layaknya kompetisi, ada terbaik 1, terbaik 2 dan seterusnya. Dan yang paling greget, yakni membuat video foto cloase ditambahin background lagu ultahnya Dewi atau slank, ini pasti akan sukses bikin terenyuh deh. Tapi sangat jarang kan, ada yang mau memposting di berandanya. Kebanyakan alasannya cukup sederhana “Nanti berandaku berantakan” apalagi bagi empunya medsos yang sudah konsisten dengan tatanan tampilannya yang teratur, yah kayak di Instagram.

 Terus Gimana cara mengetahui kalo kita di unfollow ?

Untuk tau kalo kita di unfollow tidak sulit, ada banyak pilihan aplikasi yang tersedia di playstore. Salah satunya yakni aplikasi UNFOLLOW yang berisi fitur Non follower: People who don’t follow you back. So, bisa kelihatan siapa yang kita follow tapi tidak menfollowback kita, atau meng-unfollow. Yang bikin greget di fitur ini malah ada pilihan “unfollow user” berisi daftar orang-orang yang tidak menfollow kita. Tinggal klik, dah ter-unfollow-lah mereka semua.

Lalu gimana sih rasanya jika tiba-tiba ada yang Unfollow ?

Beberapa teman yang pernah saya temui dan berkeluh kesah tentang “unfollow” yang ternyata merupakan kejadian yang tidak menyenangkan. Mereka beranggapan ketika seseorang meng-unfollow kita, itu artinya orang tersebut sudah memutuskan pertemanan, tanpa mengkonfimasi lebih dulu ke pelaku “unfollow’ itu. Bahkan dengan kejadian unfollow ini, banyak yang kemudian tidak bertegur sapa lagi.

Sebut saja X teman perempuan saya yang berkeluh kesah tentang seseorang yang pernah menyatakan perasaan padanya namun belum dia jawab dan tiba-tiba orang tersebut meng-unfollow-nya di Instagram,

“Tiba-tiba semalam dia unfollow saya, apa mungkin dia sudah tidak suka lagi sama saya ? padahal kan saya belum menjawabnya dan cuma mau lihat bagaimana perjuangannya untuk saya”.

Dan seketika itu pula dia pun berbalik meng-unfollow laki-laki itu.  Lalu si Y teman laki-laki saya yang juga punya keluhan yang menarik tentang “unfollow”.

“Kemarin saya Cuma komen di fotonya, kalo dia sedikit terlihat gemuk. Tapi tiba-tiba dia menghapus komentarku dan meng-unfollow saya. Padahal maksud saya bilang dia terlihat gemuk, itu karna dia kelihatan lebih cantik ketimbang saat dia kurusan. Jadi salah deh, dan dia sepertinya tidak mau berteman dengan saya”

Dan ketika itu pula, teman perempuan yang di maksud melintas di depannya tanpa sapa dan tanpa menoleh. Moment yang betul-betul menegaskan bahwa unfollow memang kejadian yang tidak menyenangkan.

Lalu selain jadi ukuran berakhirnya pertemanan, unflollow juga jadi ukuran berakhirnya percintaan. Yah kan ?. Saat kedua pasangan memilih mengakhiri kisah cinta mereka maka saat pula akhir dari follow-followan di media sosial. Dengan alasan, agar bisa MOVE ON bahkan bisa lebih parah jadi saling BLOCK. Walaupun sesekali mengkepoi akun mantan, apalagi jika akunnya tidak dalam “private account”. Berselanjar-berkepo ria di beranda mantan pun jadi lancar dan tanpa ketahuan sama mantan. Yah pastinya cuma di beranda saja, karna klo harus sampai mengkepoi di story kan bisa ketahuan keponya.

Jadi jelas kan, kalo UNFOLLOW itu jadi bukti atas ketidak setiaan dalam berteman dan berakhirnya suatu hubungan. Bagi saya sendiri unfollow bukan hanya soal memutuskan pertemanan. Namun kadang saya mengalami “salah klik” dan juga karna sedang tidak ingin membaca postingan yang isinya mengeluh semua. Yah saya pun pernah mengunfollow beberapa teman, karna tidak mau menjadi bagian kaum nyinyir atas keluhan-keluhan yang dia posting. Yang rasanya tiap jam dalam hidupnya harus dia upload di medsosnya. Dan tetap menjadi teman di dunia nyata. Karna berteman di dunia nyata itu tidak pernah palsu. Buat para peng-unfollow mari biasakan meminta izin sebelum melakukannya, agar unfollow kita tidak menjadi “kejadian yang tidak menyenangkan”, bahaya kan ada Undang-undangnya.

Selamat bermalam jumat dan selamat berfollow-an.

Follow IG saya yah: @fina_irmawatisyam

Bulukumba, Maret 2019

Advertisements

2 thoughts on “Ketika UNFOLLOW menjadi bukti ke-tidaksetia-an dalam berteman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s